2 skuad terakhir yang nanti beradu strategi dalam 16 besar Champions League pertandingan awal ini, menghadirkan Olympique Marseille dan Inter Milan. 2 tim yang performanya tengah mengalami tidak konsisten.
Sesungguhnya, daripada, situasi La Benemata masih makin hancur. Dipecundangi dua kali dengan memilukan dari dua tim kelas bawah Serie A, mendorong kepercayaan buat Allenatore Claudio Ranieri semakin berkurang, pastinya buat seluruh pendukung tim.
Sedangkan, Les Phoce?ns begitu juga mampu dibilang masih tidak menggembirakan, walaupun lebih menjanjikan dibanding sang tamu tersebut, Marseille cuma bermain imbang melawan klub duduk di papan tengah, Valenciennes dalam Ligue 1, akhir pekan yang lewat. Kejadian ini pun akan merupakan titik tolak evaluasi entraineur Didier Deschamps, ketika nanti menerima Inter di Stade Volodrome, Kamis (22/2/2012) dini hari mendatang.
Akan tetapi, kini prediksi masih lebih berat ke Inter. Kans 55-45 bagi Inter, sedikit layak disematkan bagi Javier Zanetti cs, sebab mereka gunakan keinginan mampu bangkit serta akan menunjukkannya di kancah Eropa.
Marseille diwajibkan siaga, sebab seandainya Inter telah menemukan kemampuan terbaiknya lagi, bisa dipastikan tim tuan rumah dipaksa menelan pil pahit di depan pendukung sendiri. Atau dukungan yang datang dari fans fanatik Marseille, akan memberikan kekuatan ekstra, untuk mengantar pulang Nerazzurri seiring kepala tertunduk.
Seandainya Marseille mau tetap melipat gandakan nestapa La Benemata, mereka boleh berkaca dari masa lalu klub Prancis yang lain, Lille yang dihadapi Inter di babak Grup. Kendati Lille dua kali dibekap, namun hal-hal positif bisa dikantongi agar dimanfaatkan Marseille.
Sementara untuk Inter, dua kali kesuksesan di Piala UEFA (saat ini Europa League) pada season 2003/2004, mampu merupakan suatu pedoman untuk melibas Marseille, merubah sejumlah tren negatif mereka selama ini.
2 kali perjumpaan mereka, terjadi di Piala UEFA, tahun 2004 silam. Dari 2 kali laga, Inter juga Marseille sama-sama sekali menang beserta hasil akhir yang sebanding, 1-0. Namun apabila melongok isi team era sekarang, kelihatannya nampaknya Inter bisa sedikit diunggulkan menghadapi Marseille season ini.
Sementara itu, Wesley Sneijder mengatakan bahwa ia ditawari berlaga di Rusia pada Zenit St Petersburg. Namun dirinya tidak ingin sebab menurutnya belum saatnya pindah dari Nerazzurri.
Semua ini diungkapkan Sneijder dalam wawancaranya beserta jurnalis Belanda Voetbal International, yang diwartakan Football Italia, Selasa (21/2/2012).
Permintaan itu, katanya, berasal dari pekan lalu dikarenakan tim-tim Rusia masih mendapatkan jeda waktu sampai 24 Februari untuk dapat melakukan jual-beli pemain. Zenit kini dibesut pelatih yang datang dari Italia, Luciano Spalletti.
“Benar, ada sebuah penawaran serta hal tersebut menyenangkan,” katanya. “Sama sekali tidak ada yang salah dengan proposal tersebut, namun aku pikir saat ini tidaklah yang bagus bagiku keluar dari Inter.”
Kebersamaan Sneijder bersama La Benemata sangat sering diperbincangkan jurnalis sejak pembuka musim. Dirinya pernah gencar dikait-kaitkan beserta United.
Sneijder tidak dapat berlaga bagus untuk Inter Milan dikarenakan sangat sering mengalami cedera. Pada liga dirinya baru berhasil berlaga 12 kali serta menceploskan 1 gol.
-
Recent Posts
Categories
Blogroll




